Image Hosting

LUBUKLINGGAU- Guna mengetahui kebutuhan buku Kantor Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Kota Lubuklinggau sebarkan kuesioner kepada pengunjung dan anggota perpustakaan. 

“Pengadaan buku dihimpun dari permintaan masyarakat,” demikian diungkapkan Kepala Kantor Perpustakaan Arsip dan Dokumentasi, Saleha kepada wartawan koran ini di kantornya, Rabu (12/5). 

Lebih lanjut, Saleha menerangkan, maka dari itu dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) induk tahun anggaran 2010 pihaknya belum mengusulkan untuk menggarkan dana untuk menambah koleksi buku perpustakaan. “Kami belum menganggarkan dana untuk menambah koleksi. Anggaran untuk membeli buku baru kami usulkan dalam APBD Perubahan. Karena menunggu rekap kuesionir buku yang dibutuhkan masyarakat,” ucapnya. 

Dengan menggunakan sistem kuesionir itu, kebutuhan buku sesuai dengan kebutuhan masyarakat. “Dengan demikian buku yang dibeli benar-benar dibutuhkan dan dimanfaatkan masyarakat. Kami tidak sembarangan membeli buku,” jelasnya. 

Dia menambahkan, penambahan koleksi buku di perpustakaan Kota Lubuklinggau selain melalui dianggarkan melalui APBD Kota Lubuklinggau, pihaknya juga meminta bantuan buku kepada Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) hingga kepada Perpustaan Nasional di Jakarta. Disamping itu. ada juga warga Kota Lubuklinggau yang menghibahkan buku secara sukarela. “Sudah banyak warga menghibahkan buku ke sini (perpustakaan),” ungkapnya. 
Pengunjung perputakaan dapat mengenali asal usul buku dengan cara melihat stampel di lembaran pertama. “Dengan demikian warga yang menghibahkan buku dapat dikenali oleh pembaca,” imbuhnya. 

Hingga saat ini jumlah koleksi perpustaan ada 46.462 eksemplar buku yang terdiridari 18.545 judul. Sedangkan jumlah anggota perputaan sudah 1.866 orang. Untuk jumlah pengujung per 31 Desember 38.521 orang, peminjam ada 12.671 orang. Sedangkan peredaran buku mencapai 24.554. 

Ditambahkanya, pihaknya terus meningkatkan pelayanan. “Setiap anggota diberikan kartu anggota yang dilengkapi foto anggota,” katanya sembari menunjukkan kartu serti kartu ATM. 
Menjadi anggota perpustaan gampang cukup mendaftar dan membayar administrasi untuk PNS Rp 15 ribu, umum Rp 10 ribu, pelajar SLTA dan SLTP Rp 7.500, Anak SD dan TK Rp 5 ribu perorang. Biaya adminitrasi termasuk kartu anggota.(06)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA