Image Hosting


 
LUBUKLINGGAU- Anggota DPRD Kota Lubuklinggau berjanji akan menindaklanjuti persoalan median Jalan A Yani yang menyebabkan sering terjadi kecelakaan Lalulintas. Tidak lanjut dimaksud dengan mengundang mitra kerja. 
Anggota Komisi III DPRD Kota Lubuklinggau, Romi Jaya mengatakan, untuk menindaklajuti persoalan median Jalan A Yani penyebab sering terjadi kecelakaan di kawasan tersebut pihaknya akan mengundang Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapeda) selaku pihak yang merencakan pembangunan marka jalan itu.

“Disamping itu kami juga akan mengundang Dinas Pekerjaan Umum (DPU) selaku eksekutor atau yang melaksanakan pembangunan marka jalan. Kemudian Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo). Kami perlu meminta klarifikasi kepada SKPD tersebut,” kata Romi Jaya di Gedung DPRD Kota Lubuklinggau, Senin (10/5). 

Menurut dia, rambu-rambu di kawasan tersebut terlalu minim. Seharusnya jarak 10 meter sebelum median jalan dip sang tanda peringatan. “Misalnya ‘kurangi laju kecepan kendaraan anda di depan ada taman kota,” katanya. Sejauh ini lanjutnya rambu-rambu peringatan tersebut tidak ada. Maka dari itu kami perlu meminta penjelasan dari Dishubkominfo mengenai rambu-rambu di kawasan tersebut,” ucapnya. 

Bukan itu saja, bahkan Komisi III akan berkoordinasi dengan Polantas Polres Lubuklinggau.

Masih kata Romi, persoalan di Jalan A Yani sangat komplek, disamping sering terjadi kecelaaan akibat dari penyempitan badan jalan karena dibangunan median jalan. Di tepi jalan tersebut juga sering digunakan perkir kendaraan. “Bahkan agen-agen kendaran tertentu memanfaatkan jalan itu untuk mencari penumpang. Dishubkominfo harus mengatasi persoalan tersebut,” tegasnya. 

Menurut Romi Jaya, Pemerintah adalah pelayan public. “Maka dari itu kita harus tanggap terhadap persoalan-persoalan yang terjadi di masyarakat. Seperti halnya persoalan marka jalan penyebab sering terjadi kecelakaan di Jalan A Yani Kecamatan Lubuklinggau Utara II yang saat ini sedang diramai dibicarakan dikalangan masyarakat. Seharusnya pemerintah menelaah dan meninjau ulang atas kejadian-kejadian tersebut,” ucapnya.
Ditambahkan Romi Jaya, pembangunan median Jalan A Yani tersebut terkesan dipaksankan. Mengingat jalan itu terlalu sempit untuk dibagi menjadi dua. “Saya lebih setuju jika mengutamakan pelebaran jalan, kemudian baru membangun median jalan,” ucapnya. 
Lain halnya median jalan di Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II. Disana sudah sangat mendukung untuk dibangun median jalan karena disana ada persimpangan, Terminal Tipe A. “Selain itu jalan-nya sudah lebar sehingga memungkinkan untuk dibangun median jalan,” sebutnya. 
Dia mengaku mendukung apa yang dilakukan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) cabang Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas (Mura) membuka posko pengduan terkait persoalan median jalan. “Saya mendukung langkah tersebut. Komisi III DPRD juga akan melakukan langkah-langkah kongrit menyikapi persoalan itu dengan mengundang mitra kerja,” pungkasnya. 

Asisten II Setda Kota Lubuklinggau, Hermansyah Unip mengatakan, Pemkot Lubuklinggau membanguan marka jalan atau taman pemisah Jalan A Yani itu justru untuk kenyamanan penguna jalan. Dengan adanya marka jalan tersebut kendaraan yang melitas dari arah yang berlawan tidak dapat ‘mencuri’. “Pada dasarnya pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak mungkin bertujuan untuk mensensarakan masyakat. Pembangunan yang dilakukan pemerintah adalah untuk kenyamanan dan keamanan bagi warga,” ungkapnya. 

Dia menambahkan, kalau pun akibat dari pembangunan marka jalan tersebut sering terjadi kecelaan hal itu diakibatkan kelalaian pengendara itu sendiri.(06)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA