Image Hosting

 
Dalam APBD 2011

LUBUKLINGGAU- Walikota Lubuklinggau, Riduan Effendi mengakui minimnya anggaran perawatan jalan. Hal itu terjadi karena keselahan dalam penyusunan anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). 

“Salah dalam saat penyusunan anggaran. Terlalu kecil menganggarkan Rp 200 juta untuk perawatan jalan. Menambal beberapa jalan saja dana tersebut habis,” akunya kepada wartawan koran ini di kantor walikota Jalan Garuda Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Kamis (6/5). 
Walikota, tidak manampik sejumlah jalan di dalam Kota Lubuklinggau sudah banyak yang rusak dan berlubang. “Kalau hanya Rp 200 juta bagamana bisa menambal jalan yang sudah berlubang,” ucapnya. 

Menurut walikota, untuk mengatasi perawatan jalan di Kota Lubuklinggau paling tidak dibutuhkan dana Rp 1 miliar. “Paling tidak Rp 1 miliar,” tegasnya. Walikota mengiatkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) dan Badan Perencanaan Pembanguan Daerah (Bappeda) Kota Lubuklinggau untuk menambah anggaran perawatan jalan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD-Perubahan) 2010 ini. “Usahakan ditambah dalam APBD Perubahan, sehingga bisa cepat memperbaki jalan yang sudah rusak. Harus cepat ditangani jalan yang sudah rusak itu, jangan sampai kerusakan semakin parah,” perintah walikota sembari memanggil Kepala Bappeda Kota Lubuklinggau, Hartono Djunadi agar memasukan anggaran tambahan untuk perawatan jalan. 

Walikota, menginstuksikan kepada Kepala Bappeda saat penyusunan APBD 2011 nanti dana perawatan jalan dianggarkan Rp 1 miliar. “Ingatkan nanti saat penyusunan APBD 2011 upayakan dianggarkan Rp 1 miliar. Kalau kurang dari Rp 1 miliar bagamana bisa menambal Jalan Yos Sudarso, kalau hanya mengandalkan/menungguh diperbaiki oleh Pemprov Sumsel membutuhkan waktu lama. Dan masyarakat tidak mau tahu soal itu. Mereka (masyarakat,red) akan menganggap Pemkot membiarkan jalan rusak,” pungkasnya.(06)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA