Image Hosting

Akhirnya, dr Martha “Menyerah”

Selasa, 01 Juni 2010

 
Aset Dinkes Diserahkan 

LUBUKLINGGAU- Akhirnya keluarga mantan Kepala Puskesmas Sidorejo, dr Albert “menyerah” dengan penuh kesadaran mengembalikan aset kepada Pemkot Lubuklinggau. Dengan demikian Pemkot Lubuklinggau batal menurunkan tim untuk menyita aset yang selama ini masih ‘dikuasi’ oleh keluarga mantan kepala Puskesmas tersebut. 

Informasi tersebut seperti diungkapkan Asisten II Setda Kota Lubuklinggau, Hermansyah Unip kepada wartawan koran ini di kantor walikota di Jalan Garuda Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Senin (31/5. 
Menurut asisten II, dr Martha yang merupakan istri mantan Kepala Pukesmas Sidorejo, dr Albert, datang ke Pemkot Lubuklinggau untuk menyerahkan aset Puskesmas Sidorejo termasuk rumah dinas (RD). “Tadi pagi (kemarin, Senin 31/5) dr Martha datang ke Pemkot. Singkat cerita, dia (dr Martha,red) berjanji segera mengosongkan rumah dinas dan menyerahkan aset kepada Pemkot Lubuklinggau. Namun ia meminta waktu beberapa hari kedepan untuk mengemas barang miliknya dan pindah dari rumah dinas. Karena mereka (dr Martha,red) ada niat baik, sehingga kami berikan waktu,” jelas mantan Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Lubuklinggau ini. 

Dengan adanya niat baik tersebut, sehingga rencana semula untuk melakukan pengosongan rumah dinas secara paksa dibatalkan. “Saya langsung menyampaikan kepada Asisten II, Rahman Sani untuk tidak menurunkan Pol-PP ke rumah dinas itu. Kita berikan waktu,” tegas Hermasyah Unib. 

Bisa saja Pemkot menunkan tim untuk melakukan pengosongan rumah dinas itu secara paksa. “Alangkah tidak enak kalau sampai terjadi demikian, malu kepada masyarakat. Dengan ia datang ke sini (Pemkot), artinya ada niat baik untuk menyerahkan aset. Lagi pula kita juga harus memaklumi suaminya (dr Albert) tidak ada di Lubuklinggau sehingga ia (dr Martha) kesulitan untuk mencari rumah kontrakan. Sebagai orang beradap kita harus ada toleransi,” imbuhnya. 
Masih kata Hermansyah Unip, jika dari awal dr Martha ada komunikasi dengan Pemkot, tentunya tim Pemkot tidak mungkin hingga menurun tim ke lokasi untuk mengosongkan rumah dinas, pekan lalu. “Kalau dari awal meminta waktu, tidak mungkin sampai menurunkan tim,” ungkapnya. 

Sekedar mengiatkan, terhitung Januari, dr Albert tidak lagi menjabat selaku kepala Puskesmas Sidorejo. Ia diganti karena mendapatkan tugas belajar mengambil jurusan dr spesialis. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau sudah beberapa kali mengirimkan surat teguran kepada istri dr Albert agar menyerahkan aset. Namun hingga Mei 2010 teguran tersebut tidak diindahkan. Sehingga persoalan tersebut diambil alih Pemkot Lubuklinggau. 

“Rumah dinas tersebut masih ditempati oleh keluarga dr Albert. Karena sudah tidak lagi menjabat kepala Puskesmas Sidorejo seharusnya aset diserahkan kepada Pemkot Lubuklinggau dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) sebab akan ditempati oleh kepala puskesmas yang baru,” jelas Sekda Akisropi Ayub, Selasa (4/5) setelah membahas persoalan tersebut bersama Dinkes Kota Lubuklinggau. 

Menurut Akisropi, Dinas Kota Lubuklinggau sudah beberapa kali melakukan mediasi kepada keluarga mantan kepala Puskesmas Sidorejo itu. “Akan tetapi tidak membuahkan hasil karena merasa masih berhak menikmati fasilitas rumah dinas. Sehingga Dinkes Kota Lubuklinggau melaporkan persoalan ini ke Pemkot Lubuklinggau,” papar Sekda. 

Senin (24/5) lalu Pemkot Lubuklinggau menurunkan tim ke rumah dinas berencana akan mengosongkan secara paksa rumah dinas itu. akan tetapi rencana tersebut dibatalkan. Selanjutnya, Senin (31/5) kemarin Pemkot kembali akan menunkan tim ke rumah dinas itu untuk mengosongkan rumah dinas, berikut mengambil aset lainnya secara paksa. 

Untuk diketahui ada sembilan item inventaris yang masih berada dengan keluarga mantan kepala Puskesmas Sidorejo, yakni, rumah dinas pimpinan puskesmas, STNK mobil Ambulance Puskesmas, satu unit kendaraan roda dua plus STNK. Kemudain satu unit komputer, satu unit receiver parabola, satu set sofa/kursi tamu warna hijau, dua buah kunci gudang inventaris barang dan dua buah kursi stanlis dan satu unit lemari arsip.(06)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA