Dijadikan Badan Layanan Umum Daerah
LUBUKLINGGAU- Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit (BLUD RS) Siti Aisyah Kota Lubuklinggau diresmikan. Dengan demikian pengelolaan RS tersebut tidak lagi tergantung dengan dana APBD (Anggaran Pendapatan Belanaja Daerah) Kota Lubuklinggau.
“Bantuan dari APBD tetap ada seperti membangun infrastuktur, tenaga medis dan pejabat stuktural RS Pegawai Negari Sipil (PNS), hanya direktur-nya non PNS,” demikian diungkapkan Walikota Lubuklinggau, Riduan Effendi setelah melantik Direktur, pejabat struktural RS Siti Aisyah sekaligus peresmian BLUD RS Siti Aisyah dan peresmian pengunaan gedung VVIP Hj Rosdiana Syarnoebi di pelataran RS Siti Aisyah Kota Lubuklinggau, Senin (31/5).
Ditambahkan walikota, sistem pengelolaan menajemen BLUD RS Siti Aisyah sistem subsidi silang. “Tetap melayani pasien yang kurang mampu. Atau pengguna Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) Sumsel Semesta bisa dirawat di sini (RS Siti Aisyah,red),” jelas Walikota.
Walikota mengakui, jumlah ruang perawatan masih kurang. “Hal inilah yang menjadi pemikiran kami untuk menambah ruang perawatan kelas III. Nanti akan dikembangkan lagi untuk menambah ruang perawatan kelas III, sehingga nantinya dapat menampung pasien lebih banyak lagi,” ungkapnya. Walikota, mengaku bangga atas keberhasilan dr Syarif mengoperasikan kembali RS Siti Aisyah yang sempat ‘mati’ selama beberapa tahun. “Alhamdulilah, bukan hanya mampu beroperasi secara mandiri akan tetapi fasilitas RS bertambah,” ucapnya bangga.
Untuk diketahui gedung VVIP Hj Rosdiana Syarnoebi terdiri dari dua ruangan yakni ruang H Syuep Tamat dan ruang Nang Ali Solichin. Nama Rosdiana Syarnoebi diambil dari nama seseorang yang mewakafkan gedung yang di jadikan gedung VVIP. Semula gedung itu merupakan ruang Laboratorium RS Siti Aisyah.
Acara tersebut dihadiri sejumlah mantan pejabat yang berperan penting dalam sejarah berdirinya RS Siti Aisyah, diantaranya mantan Bupati Mura, Nang Ali Solichin, istri mendiang H Syueb Tamat Hj Sriharyati Syuep. Selain itu mantan Direktur RS Islam Siti Aisyah, Syamsul Anwar MF ketika RS masih berstatus milik yayasan. Selain itu Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Septiana Zuraida dan sejumlah pejabat dilingkungan Pemkot Lubuklinggau.(06)





0 komentar