Image Hosting


foto : m yasin/linggau pos

INFAQ :

Walikota Lubuklinggau Riduan Effendi (tengah) membuka kunci kotak infaq dipegang Sekda, Akisropi Ayub disaksikan Ketua BAZ, Rahman Naning dan Sekretaris BAZ, Luthfi Ishak di Balai Kota, Jumat (11/6).




Hasilnya Rp 31.897.900

LUBUKLINGGAU- Badan Amil Zakat (BAZ) Kota Lubuklinggau membuka kotak infaq dan shadaqoh yang dititipkan di kantor dinas dan instasi dan rumah makan yang ada di Kota Lubuklinggau. Total dana yang terkumpul Rp 31.897.900. 

Dana tersebut diambil di dalam 111 kotak dari 142 kotak milik BAZ. Sedangkan 31 belum dibuka karena belum diserahkan kepada BAZ Kota Lubuklinggau. Acara pembukaan kotak infaq secara massal tersebut dilakukan di Balai Kota Lubuklinggau, Jumat (11/6). 

Walikota Lubuklinggau, Riduan Effendi mengatakan, isi kotak infaq seluruh SKPD hingga kelurahan akan diumumkan. “Pada saat apel bulanan nanti hasilnya akan diumumkan, bukan untuk memalukan tapi untuk memotivasi,” ucapnya. 

Walikota berharap kepada pegawai dan masyarakat untuk membiasakan diri berinfaq dan shadaqoh. “Saat ada rezeki sisikan untuk beramal. Kalau belum terbiasa, memang berat memberikan uang yang kita miliki kepada orang lain,” imbuhnya. 
Walikota meyakinkan, berinfaq tidak akan membuat orang menjadi miskin. “Justru dengan bershadaqoh rezeki kita akan berlipat ganda. Hal itu sudah saya rasakan sendiri manfaatnya,” ucapnya meyakinkan. 

Ketua BAZ Kota Lubuklinggau, H Rahman Naning didampingi Sekretaris, H Luthfi Ishak mengatakan, pembukaan kotak infaq dan shadaqoh secara massal baru kali ini dilakukan. Dan pihaknya mulai saat ini menjadwalkan membuka kotak tiga bulan sekali. Sedangkan untuk pendayagunaan infaq dan shadaqoh dilakukan dua kali dalam satu tahun. 

“Dalam tahun ini pembagian sudah dilakukan satu kali. Sedangkan yang kedua akan dilakukan saat bulan Ramadhan tepatnya pada momentum Nuzul Qur’an tingkat Kota Lubuklinggau,” paparnya. 
Mengenai mekanisme pendistribusian dan pendayagunaan masing-masing seksi membuat profosal. “Selanjutnya dibahas oleh pengurus BAZ, hasilnya disampaikan kepada Dewan Pertimbangan BAZ Kota Lubuklinggau dalam hal ini Walikota. Penerima ditetapkan oleh Dewan Pertimbangan BAZ,” terangnya. 

Lebih lanjut Rahman Naning menerangkan, distribusi untuk konsumtif delapan asnaf. “Dengan demikian dana yang diberikan kepada delapan asnaf tidak dipertanggungjawabkan. Sedangkan pendayagunaan diperuntukan pinjaman dana bergulir bagi pelaku usaha kecil. Dana yang digulirkan harus dikembalikan dalam tempu 10 hingga 12 bulan. Hingga saat ini BAZ Kota Lubuklinggau sudah menggulirkan dana kepada 232 pelaku usaha kecil,” jelasnya. 

Ditambahkanya, dana yang terhimpun dari zakat hanya untuk konsumtif delapan asnaf. 
“Untuk Dana bergulir tidak boleh mengambil dari uang zakat. Yang bisa dijadikan dana bergulir hasil dari infaq dan shadaqoh yang terkumpul,” katanya. 
Adapun 31 kotak yang belum diserahkan yakni kotak di kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Lubuklinggau, KUA Kecamatan Lubuklinggau Barat I, KUA Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Rumah Makan (RM) H Ansori, KUA Kecamatan Lubuklinggau Timur I, dan KUA Timur II. Selanjutnya Bank Syari’ah Mandiri, DPRD, Camat Lubuklinggau Timur II, RM Singgalang Jaya (Lubuk Kupang), Pengadilan Negeri, Polres, Kodim 0406/Mura, PDAM Tirta Bukit Sulap, MAN 2. Berikutnya Dinas Tanaman Pangan, Perkebunan dan Kehutanan, Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kadin. 

Berikutnya kontak infaq di kantor Kelurah Jawa Kanan SS, Jawa Kiri, Moneng Sepati, Ekamarga, Siring Agung, Batu Urip, Mesat Seni, Durian Rampak Simpang Periuk, Perumnas Rahma, Jukung, Lubuk Binjai dan Kelurahan Air Temam. Ingin mengetahui hasil infaq per SKPD lihat tabel.(06)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA