LUBUKLINGGAU- Kenaikan harga kebutuhan pokok di Kota Lubuklinggau, dalam beberapa hari belakangan dinilai masih wajar akibat adanya kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) dan menjelang Ramadhan.
“Saya rasa ini masih wajar karena sebentar lagi akan masuk bulan puasa, apalagi saat ini TDL juga mengalami kenaikan. Pedagang juga mau untung sehingga harga jual kebutuhan naik dan sejauh ini belum perlu diadakan Operasi Pasar (OP),” ungkap Walikota Lubuklinggau, H Riduan Effendi, saat ditemui usai menghadiri Sertijab Kapolres Lubuklinggau, Senin (12/7).
Untuk mengawasi laju kenaikan barang di daerah ini, dirinya sudah memerintahkan dinas terkait untuk melakukan pemantauan harga setiap saat. Kendati stok untuk Sembilan Kebutuhan Pokok (Sembako) setempat masih aman, namun gejolak harga menjadi perhatian utama pihaknya.
Operasi, kata dia, baru akan dilaksanakan jika ada kelangkaan dan kenaikan barang secara drastis dan atas permintaan masyarakat. Kenaikan barang ini juga terjadi disemua daerah bukan hanya di daerah itu, sehingga keputusan pelaksanaan OP merupakan kebijakan dari pemerintah pusat.
Kebutuhan pokok yang mengalami kenaikan antara lain terjadi pada harga jual telur ayam ras, dari Rp 24.000 per karpet menjadi Rp 27.000 per karpet. Kemudian gula pasir dari Rp 10.000 per kg naik menjadi Rp 11.000 per kg. Untuk harga beras kampilan ukuran 20 kg merk BJ dari Rp 130.000 naik menjadi Rp 140.000 per kampil.
Hal yang sama juga terjadi pada beras merk Selancar dari Rp 125.000 per kampil menjadi Rp 130.000 per kampil. Sedangkan untuk beras eceran jenis IR-64 naik menjadi Rp 6.000 per kg dari harga semual Rp 5.600 per kg. Demikian pula dengan harga daging sapi dari Rp 60.000 per kg naik menjadi Rp 80.000 per kg. Selanjutnya harga daging ayam dari Rp 30.000 menjadi Rp 40.000 per kg. Kenaikan juga terjadi pada harga jual ayam potong hidup dari Rp 25.000 per ekor naik menjadi Rp 35.000 per ekor.
Gula merah dari Rp 13.000 per kg naik menjadi Rp 15.000 per kg, bawang putih dari Rp 18.000 per kg menjadi Rp 22.000 per kg, bawang merah dari Rp 15.000 per kg menjadi Rp 18.000 per kg. Sedangkan harga cabe merah keriting masih bertahan dikisaran Rp 50.000 per kg.
Kenaikan harga kebutuhan pokok dikeluhkan sebagian besar masyarakat di Kota Lubuklinggau, salah satunya Rusmina (46) warga Kelurahan Jawa Kiri Kecamatan Lubuklinggau Timur II. “Belum masuk bulan puasa tapi harga-harga barang kebutuhan pokok sudah naik semua, kalau belanja bawa uang Rp 50.000 paling cuma dapat sedikit,” katanya.(07)





0 komentar