LUBUKLINGGAU-Pengguna alat kontrasepsi KB di Kota Lubuklinggau saat cenderung menurun, terutama kondom. Hal itu disebabkan minimnya pengetahuan akseptor KB, terutama cara menggunakannya.
Demikian diungkapkan Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKB dan PP) Kota Lubuklinggau Effendi Abdulah, kepada wartawan koran ini pada peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke XVII 2010 di lapangan eks Makompi 141/AJYP Lubuklinggau, Rabu (4/7).
Menurut dia, KB yang paling diminati atau paling banyak digunakan implan. “Yang paling banyak digunakan implan,” ungkapnya. Effendi tidak hafal persentase per itemnya. “Saya tidak hafal. Dan angka kelahiran di Kota Lubuklinggau masih terkedali,” katanya.
Walikota Lubuklinggau Riduan Effendi mengatakan, jutuan KB untuk meningkatkan kualitas keluarga mulai dari kesehatan, kesejahteraan, pendidikan, perekonomian dan lain lain. “Tujuan KB bukan membatasi tapi untuk meningkatkan kulitas keluarga, Kalau mampu satu anak satu dulu. Kalau mampu dua anak jangan ditambah lagi,” ungkapnya.
Walikota berharap, pasangan usia subur agar mengikuti program KB. “Kalau tidak ikut program KB kasihan untuk masa depan anak-anak mereka sendiri. Sebab istilah banyak anak banyak rejeki sudah tidak relevan lagi dengan kondisi saat ini,” imbunya.(06)





0 komentar