LUBUKLINGGAU-Belum ada investor yang berminat menanamkan modalnya di Kota Lubuklinggau menjadi perhatian sejumlah elemen masyarakat. Diantaranya LSM Sumpah Undang Undang (SUU) dan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kesehatan Masyarakat Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Musi Rawas (Mura).
Direktur Eksekutif LBH Kesehatan Masyarakat Kota Lubuklinggau dan Kabupaten Mura Fery FY mengatakan, tidak adanya investor yang menanamkan modalnya di Kota Lubuklinggau harus disikapi Pemkot Lubuklinggau. Misalnya dengan memberikan kemudahan-kemudahan kepada investor. Kemudahan dimaksud seperti mempersingkat birokrasi perizinan. Disamping itu lengkapi fasiltas pendukung dan memperbayak promosi. “Kalau Pemkot Lubuklinggau memberikan kemudahan pasti investor tertarik menanamkan modalnya di Kota Lubuklinggau,” ungkapnya.
Selain itu lanjut Fery, jangan sampai terjadi persekutuan perizinan. “Maksudnya, kemudahan hanya diberikan untuk kelompok tertentu saja,” ucapnya.
Berbeda yang diutarakan Koordinator SUU Herman Sawiran, dia mendukung investor lokal untuk mengembangkan usaha di daerah sendiri. “Kalau investor lokal yang mengembangkan usahanya di daerah ini, maka perputaran uang tidak akan lari dari Kota Lubuklinggau. Tapi kalau dari luar mereka akan membawa hasil usahnya ke luar kota. Demikian juga mengenai penyerapan tenaga kerja.
Kalau investor lokal tentunya lebih mengutamakan tenaga kerja lokal. Saya rasa investor lokal kita sudah banyak yang mapan mampu bersaing dengan investor dari luar, contohnya SM Group. Jadi tidak ada masalah kalau investor luar tidak menamkan modal di sini,” ucapnya.
Maka dari itu lanjut Herman, invetor lokal harus meningkatkan kualitas sehingga ketika ada investor luar masuk usahanya tidak ‘goyang’. Herman Sawiran tidak sependapat kalau di Kota Lubuklinggau tidak ada investor. Kalau pun tidak banyak investor dari luar yang menanamkan investasi di sini (Kota Lubuklinggau) bukan berarti tidak ada investor, justru Kota Lubuklinggau adalah ‘gudangnya’ investor.
“Lihat perkembangannya cukup pesat. Di sini (Kota Lubuklinggau) hotel banyak, pusat pembelanjaan pun sudah ada. Lubuklinggau adalah ‘jantung’ tiga provinsi yakni Jambi, Bengkulu dan Medan,” pungkasnya. (06)





0 komentar