Image Hosting

Diskanak Antisipasi Kelangkaan Daging

Sabtu, 21 Agustus 2010

LUBUKLINGGAU-Dinas Perikanan dan Peternakan (Diskanak) Kota Lubukliggau menjamin sapi peliharan peternak binaan Diskanan bebas dari penyakit berbahaya. “Kalau pun ada sapi yang sakit biasanya kena penyakit cacing hati,” kata Subandio Amin kepada wartawan koran ini di gedung Kesenian Kota Lubuklinggau Jalan Garuda Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, Jumat (20/8).

Penyakit cacing hati, lanjut Subandio tidak membahayakan manusia sebab tidak menular ke manusia. Disamping itu, jika cepat ditangani dengan cepat tidak menyebabkan sapi mati. “Penyakit ini relative mudah disembuhkan asalkan cepat diobati. Dari sejumlah kasus, penyakit cacing hati bisa disembuhkan,” ucapnya.

Subandio, tidak menjamin kualitas daging sapi yang didatangkan dari luar daerah, terutama hewan yang disembelih tidak diperiksa kesehatanya oleh petugas Pukeswan Diskanak. Untuk itu ia menghimbau kepada masyarakat yang menyembelih sapi sendiri diharapkan melapor ke Diskanak. Sehingga pihaknya bisa menurunkan petugas untuk memeriksa kesehatan sapi yang akan dipotong.

“Bisanya pada saat menjelang lebaran banyak pedagang daging dadakan yang ada di kelompok masyarakat, inilah yang tidak terdeteksi oleh kami. Kalau melapor maka kami bisa menurunkan petugas untuk memeriksa kesehatan hewan yang akan disembelih,” katanya.

Walaupun ada pos pemeriksaan kesehatan hewan belum tentu hewan ternak sakit tidak lolos masuk ke Kota Lubuklinggau. “Bisa saja ada sapi sakit masuk Kota Lubuklinggau. Sebab kita hanya ada dua pos pemeriksaan hewan yakni Kelurahan Watas, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, untuk pengawasan hewan yang masuk dari Provinsi Bengkulu. Dan Pos di Kelurahan Petanang, Kecamatan Lubuklinggau Utara I memeriksa hewan yang masuk dari arah Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) seperti dari Padang, Jambi atau Medan.

“Sedangkan lalu lintas hewan yang masuk melalui Jalan Lintas Tengah (Jalinteng) Lampung atau Palembang tidak terkontrol karena kami tidak ada pos di arah selatan,” ungkapnya.

Namun demikian lanjut Subandio, sapi dari Lampung yang beredar di pasaran saat ini sudah diperiksa kesehatannya, karena pedagang daging menitipkan sapi di RPH Diskanak. “Sebelum disembelih kesehatanya sudah diperiksa petugas,” katanya.

Menurut dia, seperti tahun-tahun sebelumnya kebutuhan daging di Kota Lubuklinggau pada H-1 hari raya Idul Fitri, 300 ekor hingga 500 ekor sapi dan karbau. Tahun ini diperkirakan mencapai 500 ekor bahkan lebih. Maka dari itu, pihaknya mengantisipasi kelangkahan daging di pasaran khususnya pada saat H-1 hari raya Idul Fitri. “Kalau pun terjadi kelangkahan pihaknya mengantisipasi dengan mengumpulkan sapi peliharan peternak binaan Diskanak. “Kita antisipasi dengan mengumpulkan sapi milik kelompok binaan dinas. Staok sapi yang ada di kelompok tani cukup untuk mengantisipasi kelangkahan saat lebaran nanti,” ungkapnya. (06)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA