LUBUKLINGGAU- Pemilihan Bujang Dere dan Duta Anti Narkoba yang akan diadakan oleh pengurus Badan Narkotika (BNK) Kota Lubuklinggau berlangsung ketat dan mendebarkan. Pasalnya, setiap peserta akan dilakukan tes urine dan darah guna memastikan bebas dari penggunaan Narkoba serta zat berbahaya lainnya.
“Duta Narkoba sudah pasti harus bebas dan bersih dari Narkoba. Sebab, dia menjadi perwakilan Kota Lubuklinggau dan contoh tauladan bagi seluruh lapisan masyarakat. Jadi setiap peserta wajib mengikuti tes urine dan darah,” ujar Ketua BNK Kota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe, Senin (27/09).
Rencananya, pemilihan Bujang Dere dan Duta Anti Narkoba tingkat SMA, mahasiswa dan umum itu akan diadakan mulai 22 hingga 30 Oktober nanti. “Penyeleksiannya berlangsung ketat. Setiap penilaian akan dilaksanakan oleh orang-orang yang berkompeten. Kami juga akan melakukan kerjasama dengan pihak kepolisian untuk melakukan tes urine dan darah,” katanya.
Orang nomor dua dijajaran Pemkot Lubuklinggau ini meminta kepada seluruh siswa SMA, mahasiswa dan umum di wilayah Kota Lubuklinggau dapat memahami betul makna dan mampu mengaplikasikannya di lapangan tetang bahaya mengkomsumsi Narkoba.
“Pemahaman dan keinginan kuat untuk memerangi Narkoba menjadi penilaian penting pada ajang pemilihan nanti. Semoga saja akan muncul Bujang Dere dan Duta Anti Narkoba yang dapat berbicara dan berbuat banyak demi masyarakat dan Kota Lubuklinggau,” harap Nanan panggilan akrap SN Prana Putra Sohe.
Dalam kesempatan itu juga dia menambahkan, agenda rutin BNK Kota Lubuklinggau juga akan dilaksanakan pemasangan baliho di delapan kecamatan dan seluruh SKPD. “Kami juga akan memberikan reward (penghargaan,red) kepada elemen masyarakat yang dinilai berjasa dalam memerangi Narkoba, khususnya pihak kepolisian yang berhasil mengukap bandar Narkoba. Dan acaranya puncaknya akan dilakukan pemecahan rekor MURI dalam bidang penyuluh narkoba terbanyak. Semua ini kami lakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah daerah bersama masyarakat untuk menciptakan generasi bangsa bebas narkoba,” pungkasnya.(06)





0 komentar