Image Hosting

LUBUKLINGGAU- Tunggakan pelanggan PLN (Persero) WS2JB Cabang Lahat Ranting Lubuklinggau mencapai Rp 2.196.108.236. Atau 14.917 pelanggan belum melunasi tagihan.
Manajer PLN ranting Lubuklinggau, Suharmanto kepada wartawan koran ini Rabu (22/9) mengatakan, jumlah tersebut hasil pendataan per 31 Agustus 2010 dari seluruh pelangan PLN Ranting Kota Lubuklinggau yang terdiri dari pelanggan Kota Lubuklinggau, Kecamatan Rupit, Bingin Teluk dan lain-lain.
Suharmanto menambahkan, pelanggan yang nunggak pembayaran tersebut didominasi oleh masyarakat ekonomi menengah ke atas. Sementara ini sesuai dengan data per 31 Agustus 2010 untuk jumlah nominal tunggakan pelanggan di Kota Lubuklinggau Rp 1.611.262.560, Bingin Teluk Rp 58.278.246, Rupit Rp 411.179.567 dan Musi Rawas Rp 116.379.117.
“Faktor yang menyebabkan banyaknya masyarakat Kota Lubuklinggau nunggak pembayaran listrik ini dikarenakan masih banyaknya rumah maupun ruko yang tidak berpenghuni namun, meteran listrik masih hidup. PLN terus mengupayakan untuk menghubungi pihak yang bersangkutan, namun belum ada respon sampai sekarang. Sedangkan untuk pelanggan PLN yang pada taraf ekonomi lemah justru lebih banyak tepat waktu dalam melakukan pembayaran listrik,” terang Suharmanto.
Ditambahkannya, pelanggan dalam pembayaran melewati tanggal itu dikenakan denda. Besarnya denda untuk tunggakan satu bulan Rp 3.000, lalu bulan kedua Rp 6.000 dan bulan ketiga Rp 9.000 seterusnya tetap Rp 9.000. Suhermanto menambahkan jika tunggakan telah melebihi ketentuan yang ditetapkan. Maka PLN akan mendatangi langsung pelanggan yang bersangkutan.
Rata-rata sesuai dengan hasil peninjauan PLN di lapangan, ketika mereka nunggak pembayaran dan PLN mendatangi rumah yang bersangkutan, karena khawatir akan dilakukan pencabutan, mereka akan langsung melunasi pembayaran. Sebab bagaimanapun, ketika setelah dicabut untuk memasangnya kembali membutuhkan dana yang tidak sedikit.
Sementara itu, sepanjang Agustus 2010 PT PLN (Persero) WS2JB Cabang Lahat Ranting Lubuklinggau telah mencabut lebih kurang 40 pelanggan. “Dari 40 pelanggan ini rata-rata pemain lama, dan 15 pelanggan yang telah dicabut hak pemakaian listrik ini sudah kembali memasang. Namun 25 pelanggan lainnya belum melakukan pemasangan kembali. Pencabutan ini biasanya dilakukan karena pelanggan yang bersangkutan telah nunggak pembayaran lebih dari 3 bulan berturut-turut,” terang Suharmanto.
Diakhir perbincangan Suharmanto menambahkan, sebenarnya tidak ada alasan lagi masyarakat untuk nunggak pembayaran. Sebab, selain sistem yang dipakai PLN saat ini lebih mudah dan lancar transaksionalnya, PLN juga telah banyak dibantu oleh kolektor yang tersebar di seluruh wilayah.
“Kolektor inilah yang membantu masyarakat untuk melakukan pembayaran rekening listrik. Dan PLN telah menyediakan tempat khusus bagi para kolektor agar tidak perlu mengantri saat akan membayarkan listrik pelanggan,” pungkas Suharmanto.(Mg03)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA