Terkait Pencopotan Puluhan Pejabat

LUBUKLINGGAU- Pernyataan Walikota Lubuklinggau, H Riduan Effendi mencopot puluhan pejabat eselon III dan IV yang tidak masuk pada hari pertama kerja setelah libur lebaran diragukan pegawai. Sebab Walikota tidak mengungkapkan nama pejabat yang dicopot.
Atau paling tidak menyebutkan nama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). “Apo ado nian puluhan pejabat dicopot,” katanya salah seorang pegawai meminta namanya tidak ditulis, Rabu (29/9).
Seharusnya kalau memang ada pejabat yang dikenakan sanksi tersebut ungkapkan namanya atau setidaknya nama SKPD tempat bertugas. “Dengan hanya menyebutkan secara umum saja sehingga menimbulkan pertanyaan dikalangan pegawai dan masyarakat umum,” ucapnya.
Ia menduga, pernyataan tersebut hanya stressing saja agar para pejabat lebih disiplin dalam bekerja. “Saya rasa pernyataan tersebut hanya untuk mengingatkan saja,” duganya.
Dihubungi secara terpisah, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Lubuklinggau, Surnadi saat dikonfirmasi wartawan koran ini menjelaskan, memang ada pejabat eselon III dan IV dicopot dari jabatannya. “Apa yang diungkapkan walikota memang ada, jumlahnya 24 pejabat, dengan rincian 4 orang eselon III dan 20 orang eselon IV. Kalau jumlah keseluruhan staf dan pejabat yang tidak masuk saat hari pertama kerja setelah libur lebaran ada 34 orang, 24 orang diantaranya pejabat eselon III dan IV,” jelasnya kepada wartawan koran ini di kantornya di komplek Perkantoran Pemkot Lubuklinggau Jalan Garuda, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat I.
Menurut, Surnadi, SK pencopotan sudah ditanda-tangani oleh Walikota kemarin (Selasa, 28/9). Hari ini (kemarin, 29/9) SK tersebut disampaikan kepada yang bersangkutan. “Hari ini SK pencopotan disampaikan kepada yang bersangkutan,” ungkap Surnadi.
Namun demikian Surnadi, enggan menyebutkan nama pejabat yang dicopot demikian juga nama SKPD. “Janganlah disebutkan tidak etis,” katanya. Menurut Surnadi, kekosongan 24 jabatan di sejumlah SKPD masing-masing kepala SKPD menunjuk pelaksana tugas (plt) dengan menerbikan SK. “Kepala SKPD menunjuk plt untuk mengisi jabatan yang kosong di unit kerja masing-masing untuk sementara waktu hingga ada penggantinya,” paparnya.
Menurut Surnadi, saat ini Badan Pertimbangan Jabatan (Baperjakat) sedang mempersiapkan pengganti pejabat yang dicopot tersebut. “Sedang disiapkan, kalau sudah selesai secepatnya disampaikan kepada walikota. Kemudian jika sudah siap semua maka akan dilakukan pelantikan,” jelasnya.
Sebagaimana diketahui berita sebelumnya terbit Rabu (29/9) Walikota Lubuklinggau, H Riduan Effendi mencopot puluhan pejabat eselon III dan IV. Alasannya puluhan pejabat tersebut tidak masuk pada hari pertama kerja pasca cuti bersama hari raya Idul Ditri 1431 H.
“Hari ini (Selasa, 28/9) saya sudah mengeluarkan SK pencopotan pejabat yang tidak masuk pada hari pertama kerja setelah lebaran. Pencopotan itu sanksinya. Instruksi Presiden tidak ada cuti tambahan setelah cuti bersama lebaran,” tegas Riduan Effendi pada acara pemberian vaksin Meningitis di Gedung Laboratorium Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau.
Berdasarkan informasi jumlah pejabat yang tidak masuk saat itu mencapai 34 orang. Namun Riduan Effendi tidak menjelaskan secara rinci. “Ada datanya, saya tidak hapal. Yang jelas berdasarkan data Inspektorat dan hasil Sidak yang saya lakukan, tidak masuk pada hari pertama kerja setelah libur lebaran, dicopot semua,” ungkapnya.
Sedangkan pewagai biasa tidak punya jabatan diberikan sanksi penundaan kenaikan pangkat. Sanksi diberikan untuk memberi efek jera kepada pejabat dan pegawai yang tidak disiplin.
Ditambahkan Riduan Effendi, pejabat yang dicopot tersebut terdiri dari eselon III dan IV. “Eselon II tidak ada,” ujarnya.
Ketika ditanya artinya puluhan jabatan kosong? Menurutnya hanya jabatan saja yang kosong. “Nanti akan diisi,” ucapnya.
Riduan Effendi mengatakan dalam waktu dekat akan melantik penganti pejabat eselon III dan IV baru. “Nanti akan ada pelantikan,” kata Riduan Effendi tanpa menyebukan kapan akan dilaksanakan.(06)

3.000 PNS Ikuti Prosesi Pemotretan
LUBUKLINGGAU- Sedikitnya 3.000 orang PNS diilingkungan Pemerintah Kota Lubuklinggau mengikuti prosesi pemotretan untuk membuat Kartu Pegawai Elektronik (KPE). Pemotretan dilakukan di Op Room Dayang Torek dan Moneng Sepati kantor Walikota Lubuklinggau, Rabu (29/09).
Kepala BKD Kota Lubuklinggau, Sunardi melalui Kabid Pengangkatan dan Pemindahan Pegawai, Karel dihadapan wartawan mengungkapkan, pengambilan foto untuk KPE ini merupakan kelanjutan tahun lalu. Menurut dia, dalam hal pembautan KPE pihaknya hanya sekadar memfasilitasi. “Ini program BKN pembuatan KPE dikerjakan oleh PT Sucofindo. “Kami hanya menyiapkan data pegawai saja, sedangkan teknis pelaksanaanya dilakukan langsung oleh PT Sucofindo,” ujarnya.
Rencannya, sesi pemotretan untuk KPE itu akan berlangsung selama tiga hari. Dimana setiap harinya akan diselesaikan secara bergilir sekitar 900-1.000 PNS. “Insya Allah semua dapat berjalan dengan lancar, sehingga selesai tepat waktunya,” kata Karel.
Sebelumnya, Pemkot Lubuklinggau bekerjasama dengan Bank SumselBabel sudah menyerahkan KPE tahap awal (KPE) kepada sekitar 1.900 PNS. Penyerahan secara simbolis KPE tersebut langsung dilakukan oleh Walikota Lubuklinggau, H. Riduan Effendi dan disaksikan oleh Sekda, H. Akisropi Ayub serta Pimpinan Cabang Bank SumselBabel, Samiluddin ketika acara apel pagi mingguan, di halaman kantor walikota beberapa waktu lalu.
Pimpinan cabang Bank SumselBabel Kota Lubuklinggau, Samiluddin menerangkan, pembuatan KPE merupakan kerjasama antara BKN, BKD dan Bank SumselBabel yang diperuntukkan bagi keabsahan sebagai pegawai negeri dengan dilengkapi fasilitas layanan perbankkan dari Bank Sumselbabel.
“Mereka (PNS) dapat mengakses layanan penarikan uang tunai melalui ATM Bank SumselBabel, ATM Bersama dan ATM Prima. Kemudian, traksasi transfer uang dan lainnya. Jadi benar-benar praktis serta bermanfaat bagi pemegang kartu KPE tersebut,” ungkapnya.
Samiluddin mengimbau kepada seluruh PNS Pemkot Lubuklinggau yang belum memiliki tabungan di Bank SumselBabel supaya segera dapat membuka rekening tabungan. Bagi PNS yang sudah memiliki rekening tabungan di Bank SumselBabel, kartu KPE tetap dapat dipergunakan dimana saja. Kartu KPE itu juga secara tidak langsung memberikan support kepada pegawai untuk effisien dalam memergunakan waktu, hemat dalam penggunaan uang dan disiplin dalam bekerja.
“Kalau selama ini mereka mau mengambil gaji harus mengikuti antrian panjang di bank, tapi sekarang cukup mendatangi mesin ATM Bank SumselBabel terdekat. Mereka dapat membatasi jumlah uang yang akan diambil sehingga effisiensi waktu dan sikap boros dalam memergunakan uang dapat selalu terjaga dengan baik,” pungkasnya.(06)

LUBUKLINGGAU- Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kota Lubuklinggau bersama komunitas wanita lainya mengadakan halal bihalal. Kegiatan itu diadakan di gedung Kesenian Sebiduk Semare Jalan Garuda Kota Lubuklinggau, Rabu (29/9).
Penasehat GOW, Hj Septiana Zuraida berharap, dengan diadakannya kegiatan tersebut bukan hanya sekedar acara seremonial saja. Akan tetapi dapat mempererat persaudaraan dan penyatuan visi misi organisasi dalam mendukung program-program Pemerintah Kota Lubuklinggau, khususnya perwujudan visi misi Kota Lubuklinggau menuju kota Madani.
Ketua GOW Kota Lubuklinggau, Endang Puspita Sari Erwin mangatakan, mengadakan halal bihalal bertujuan untuk menjalin persatuan dan mempererat hubungan silaturahim dan persaudaraan antara sesama kaum perempuan dalam wadah Gerakan organisasi wanita yang ada di kota Lubuklinggau.
“Kegiatan yang diikuti dari berbagai komunitas perempuan ini juga dimaksudkan untuk membangun kebersamaan dan komitmen di dalam melakukan perannya selaku kaum perempuan dalam mengisi pembangunan,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, seluruh kaum perempuan yang hadir sangat antusias mendengarkan ceramah agama disampaikan oleh H Dani Siregar yang menjadi agenda utama kegiatan halal bihalal GOW. Dalam kegiatan itu selain dihadiri Hj Septiana Zuraida yang juga Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau, Wakil Ketua TP PKK Kota Lubuklinggau Yetty Oktarina Prana Sohe, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat Kota Lubuklinggau, Zainal Abidin Karangjaya, Ketua Persit, Eva Niko Fahrizal, Ketua Bayangkari, Eka Takwil Ihksan, dan sejumlah ketua organisasi perempuan yang ada di Kota Lubuklingau.(06)

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA