Image Hosting

Petani Khawatir Tanggul Kembali Jebol

Sabtu, 21 November 2009

*Dinding Saluran Retak, Air Merembas

LUBUKLINGGAU-Petani di Kelurahan Eka Marga Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, khawatir tanggul yang baru diperbaiki jebol lagi. Sebab, dinding saluran sekunder retak sehingga air merembas ke saluran primer.

Hal itu diakui salah seorang petani, Dumi Masduki, retaknya dinding saluran sekunder menyebabkan air merembas ke saluran primer. “Kalau dibiarkan dalam waktu lama tidak menutup kemungkinan tanggul kembali jebol,” kata Dumi Masduki saat dihubungi koran ini, Kamis (19/11).

Menurut dia, secara logika air dari dalam tanah terus menggerus tanggul. Jadi, lama-kelamaan tanggul keropos akibat digerus air. Dan pada gilirannya tanggul jebol. Diduga dam saluran sekunder yang baru dibangun itu tidak dari dasar tanggul. Sehingga tanggul retak karena mengalami pergeseran tekanan air. “Apalagi saat ini musim penghujan, volume air semakin besar,” ucapnya.

Dumi Masduki berharap, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Lubuklinggau dapat mengecek tanggul itu. “Jangan sampai tanggul jebol, baru akan diperbaiki. Alangkah baiknya jika diperbaiki atau diantisipasi sebelum tanggul itu jebol,” harapnya.

Dia mengaku setiap hari terus mengamati rembasan air dari saluran sekunder tadi. “Dan setiap hari air rembasan di situ semakin besar. Bahkan mirip kucuran air yang keluar dari pipa bocor,” ungkapnya.

Pasca tanggul diperbaiki kolam ikan miliknya belum diisi ikan. Sebab takut tanggul jebol kembali. “Saya masih trauma, kalau tanggul itu masih merembas saya belum berani memasukan ikan ke kolam. Lebih baik saya menunggu hingga kondisi benar-benar aman,” jelasnya.

Selain itu, Dumi Masduki mengusulkan kepada Pemkot Lubuklinggau dalam hal ini DPU agar saluran sekunder itu di dam semua. Kalau semua saluran ini sudah di semen kemungkinan kondisi tanggul lebih aman. Selain itu dia mengusulkan, diatas saluran primer dibuat jembatan yang bisa dilalui kendaraan roda empat.

“Kalau ada jembatan mempermudah petugas DPU ketika akan mengecek kondisi tanggul. Sebagai contoh, saat memperbaki tanggul beberapa bulan lalu, sulit untuk membawa material ke lokasi tanggul yang rusak. Akibatnya perbaikan tanggul saat itu memakan waktu lama,” ungkapnya.

Namun, sayangnya wartawan koran ini belum dapat mengkonfirmasi Kadis PU Kota Lubuklinggau, Bahaluan. Beberapa kali ke kantornya di Jalan Lapter Lubuklinggau, dia tidak berada ditempat, demikian juga Kabid Pengairan, Karmin. Ketika dicoba menghubungi melalui nomor ponselnya tidak ada jawaban.

Sebagaimana diketahui, tanggul tersebut jebol, Minggu (27/9). Tanggul berada di wilayah RT 1 Kelurahan Eka Marga itu mengaliri 70 hektar are (ha) sawah di Kelurahan Eka Marga dan Kelurahan Karang Ketuan. Belum lagi ratusan ha sawah di kawasan Kecamatan Tugumulyo juga mengandalkan air dari saluran sekunder itu. (02)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA