Image Hosting

LUBUKLINGGGAU- Walikota Lubuklinggau, H Riduan Effendi, dapat penghargaan dibidang ketahanan pangan tingkat Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Penghargaan tersebut bukti keberhasilan Walikota mensukseskan pemantapan ketahanan pangan.
Pemberian penghargaan tersebut dilakukan oleh Gubenur Sumsel, H Alex Noerdin pada peringatan Hari Pangan Sedunia XXX tingkat Sumsel di Gedung Dekranasda Jakabaring Palembang, Kamis (7/10).
Bukan itu saja, bahkan Kota Lubuklinggau mendapatkan dua kategori penghargaan ketahan pangan itu pertama kategori Aparat Lembaga Pemerintahan diterima oleh Walikota dengan total nilai 95,60. Dan Ketegori Kelompok Masyarakat (PKK) diperoleh Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Jaya, Ati Mulyati.
KWT beralamat di Kelurahan Ulak Lebar, Kecamatan Lubuklinggau Barat I itu memperoleh nilai 94, 00. Pemberian penghargaan tersebut berdasarkan Keputusan Gubernur Sumsel No. 504/KPTS/BAN.KETPAN/2010.
“Khsusus untuk penghargaan yang diterima oleh KWT Sekar Jaya, selain piagam penghargaan juga mendapatkan bantuan mesin penggiling beras, mesin pemarut kelapa serta mesin pengepres,” demikian disampaikan Staf Humas dan Protokol Setda Kota Lubuklinggau, Febrian Syaputra, kepada wartawan koran ini tadi malam.
Menurut Yayan panggilan akrap Febrian Syaputra, selanjutnya dari dua kategori penghargaan yang diraih oleh Kota Lubuklinggau tersebut akan diusulkan sebagai calon penerima penghargaan Ketahanan Pangan Tingkat Nasional. “Pemprov Sumsel akan mengusulkan sebagai calon penerima penghargaan ketahanan pangan tingkat nasional pada puncak Peringatan Hari Pengan Sedunia tingkat nasional yang akan dilaksanakan di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB),” ungkapnya.
Yayan menambahkan, dalam kesempatan hari pangan Sedunia Tingkat Sumsel juga diadakan lomba cipta menu Beragam Bergizi dan Berimbang (3B). Kota Lubuklinggau mengikutsertakan pemenang lomba cipta 3B tingkat Kota Lubuklinggau yakni dari TP PKK Kelurahan Jukung, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I.
“Dari ibu-ibu TP PKK Kelurahan Jukung yang mengikuti lomba cipta menu 3B tingkat Sumsel, kami mendapat informasi bahwa panitia lomba membatasi peserta hanya dengan dana Rp 50 ribu untuk mengkreasi menu 3B dengan mengutamakan menu makanan berbahan lokal asal daerah masing-masing,” ucapnya.
Menurut Yayan, kegiatan tersebut dihari oleh Kepala Pusat Distribusi Pangan, Badan Ketahanan Pangan, Kementerian Pertanian RI, Arman Moenek. Dalam kesempatan tersebut Arman Moenek dalam kata sambutanya mengatakan, peringatan Hari Pangan Sedunia bertujuan untuk meningkatkan komitmen dan kepedulian dalam mewujudkan ketahanan Pangan.
Tema Hari Pangan Sedunia Tahun ini merupakan respon atas situasi dunia saat ini dimana masih banyak penduduk dunia yang mengalami kelaparan terutama penduduk di negara-negara berkembang.
Arman Moenek juga menekankan, penghargaan yang diberikan pada peringatan Hari Pangan Sedunia hendaknya dapat memacu semangat seluruh pemangku kepentingan dalam kesuksesan pemantapan ketahanan pangan, serta untuk membebaskan Indonesia dari bantuan pihak luar dalam mencukupi ketahanan pangan nasional.
Arman Moenek menghimbau, masyarakat untuk mengurangi ketergantungan akan satu jenis pangan saja. Sebab negara Indonesia memiliki sumberdaya alam hayati yang sangat beragam, sehingga diharapkan tujuan MDGs (Millennium Development Goals) 2015 yakni mencapai angka rawan pangan kurang dari 8 persen di Indonesia akan dapat terwujud.
Sedangkan, Gubernur Sumsel, H Alex Noerdin kurang sependapat dengan Tema Hari Pengan Sedunia 2010 ini yaitu “Kemandirian Pangan Untuk Memerangi Kelaparan”. Menurut Gubernur khusus di Provinsi Sumsel kita telah take off dari masalah “kelaparan”. Alek memberikan pendapat tersebut dengan melihat kenyataan bahwa Sumsel surplus beras 900.000 hingga 1 juta ton. Disamping itu Sumsel merupakan penyangga pangan nasional. Dan Sumsel memiliki potensi sumberdaya alam dan pertanian yang berlimpah.
“Produksi beras Sumsel 2009 adalah 1, 94 juta ton. Untuk 2010 ini ditargetkan menjadi 2, 05 juta ton,” kata Yayan mengulangi pernyataan Gubernur, Alex.
Gubernur mengingatkan, agar kita tidak terlena terhadap hasil tersebut dengan memperhatikan bahwa pada saat ini perubahan cuaca sangat ekstrim akibat dari pengaruh Global Warming. Sehingga dikhawatirkan dapat mempengaruhi pencapaian target yang telah ditentukan. Pada kesempatan tersebut Gubernur mengharapkan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat terkait pelaksanaan SEA GAMES 2011 yang akan berlangsung di Sumsel.
Setelah usai menyampaikan sambutan Gubernur, Ketua TP PKK Sumsel, Hj Eliza Alex Noerdian beserta seluruh rombongan mengunjungi meja-meja peserta lomba cipta menu 3B. Pada kesempatan itu Gubernur dan rombongan berkenan untuk mencicipi menu yang disajikan dari pada peserta. Pada saat di meja lomba cipta menu 3 B Kota Lubuklinggau, Gubernur beserta Ketua TP PKK terkesan saat mencicipi kreasi menu 3 B yang disajikan yaitu kue nabi singkatan dari nanas dan ubi yang merupakan bahan utama pembuatan kue tersebut.
Eliza Alex mengatakan, kreasi menu berbahan lokal hendaknya dapat terus digali dalam upaya memperkuat ketahanan pangan daerah. Selanjutnya, Gubernur beserta rombongan melaksanakan kegiatan Gerakan Makan Makanan 3B bersama dengan para siswa SD/MI yang menghadiri acara tersebut.
Kegiatan ini bertujuan untuk memperkenalkan makanan 3 B sedini mungkin bagi anak-anak dengan berbasis sumberdaya lokal, protein hewani dan gizi nabati yang tercukupi. Dengan harapan agar kedepan dapat tumbuh sumberdaya manusia yang sehat dan produktif di Provinsi Sumsel.
Pada kesempatan Gerakan Makan Makanan 3 B ini Walikota Lubuklinggau, H Riduan Effendi duduk satu meja bersama dengan Bupati Banyu Asin, H Amiruddin Inoed serta para siswa SD. Walikota Lubuklinggau dan Bupati Banyu Asin tampak secara singkat menjelaskan manfaat makan makanan 3B kepada para siswa SD yang dengan antusias mendengarkan.
Untuk diketahui penghargaan Ketahanan Pangan tingkat Sumsel terdiridari lima kategori yakni Aparat Lembaga Pemerintah Daerah, Kelompok Masyarakat (PKK), Kelompok Cadangan Pangan Masyarakat, Kelompok Lembaga Keagamaan, Kelompok Pegembang Pakan Lokal Non Beras, dan Aparat Pemerintahan Desa.(06)

0 komentar

Posting Komentar

Image and video hosting by TinyPic
Image Hosting

Pak Luuuuuuuuuurrrr...!!!

Tivi Dewek
“Mekak kite laade tivi dewek lamulai tayang dan pacak noton bola,” Kate Mamad. “Name hetu mad, tivi dewek tu, awo musim bola” tanye Pak Lur.
“La tula we tipi wang kite kak ugek acara tv gok wang aseng tua,’ uji Mamad. “Wai la pakam nia man tu, pacak le kite kak noton tivi dewek men gek tu,” uji Pak Lur.
“Nah biaso’a wang mosem bola kak benyak nobar,’ uji Mamad. “ lah nobar le nga kak, ape nobar tu” uji Pak Lur.
“Lah nonton bareng, uji wang mekak tu” kate Mamad. “Ah col kade mad, nak gek nobar nia mun de tivi dewek noton dewek,’ kate Pak Lur. “Nah pi hare le mun col antena e, masih nak nobar le” kate Mamad.(*)

    ARSIP BERITA