Pendataan Keluarga setiap tahun dilakukan untuk menganalisis tingkat pertumbuhan penduduk, angka kelahiran bayi, serta kesejahteraan masyarakat yang tergolong di dalam pra sejahtera, pra sejahtera 1 hingga keluarga miskin. Tujuan pendataan keluarga, selain untuk mengetahui pertumbuhan penduduk, juga untuk mengetahui tingkat keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan tarap hidup masyarakat.
Waslikota, mengiatkan petugas pendataan keluraga jangan sampai keliru dalam melakukan pendataan seperti jumlah Kepala Keluarga (KK) dan jumlah rumah. “Satu rumah belum tentu satu KK. Bisa saja satu rumah ditempati beberapa KK. Selain itu juga bahan bangunan yang digunakan, apakah rumah papan, beton. Atau berlantai tanah, papan, keramik dan sebagainya,” jelas walikota.
Pendataan Keluarga di rumah dinas walikota sedianya dilakukan 1 Juli. “Karena kesebukan sehingga baru dilakukan hari ini (kemarin, Rabu 18 Agustus, red),” ungkap walikota. Untuk diketahui secara nasional Pendataan Keluarga dimulai sejak 1 Juli hingga 30 September 2010. “Pendataan keluarga dilaksanakan selama 3 bulan,” ucap Walikota.
Meskipun pendataan keluarga sudah berlangsung lebih dari satu bulan, tidak ada salahnya Walikota mengajak kepada seluruh masyarakat Kota Lubuklinggau mensukseskan pelaksanaan pendataan keluarga. “Kami minta agar masyarakat memberikan jawaban dan informasi secara benar kepada petugas,” pinta Walikota.
Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan (BKB dan PP) Kota Lubuklinggau, Effendi Abdullah mengatakan, pendataan keluarga di Kota Lubuklinggau sudah 60 persen rampung. “Sekitar 60 persen data sudah kami terima,” katanya.
Saat pendataan keluarga Riduan disampingi istri tercinta Hj Septiana Zuraida. Sedangkan dari BKB dan PP selian Kaban KB dan PP didampingi Kabid Data Informasi Amrullah Somad dan Kasi Pelaporan, Syukron, Camat Lubuklinggau, Utara I, Zainal Aripin dan Lurah Petang Ilir. (06)






0 komentar